Belajar Kepemimpinan Public Speaking Dari Pangeran Alfatih

BAGAIMANA PERASAAN ALFATIH SAAT MEMIMPIN SHOLAT JUMAT PERTAMA DI ISTANBUL?

Pelatihan Public Speaking– Sahabat ESQ, kami akan menceritakan kepada Anda, sebuah kisah yang luar biasa. Kisah ini bercerita tentang Al Fatih dan sholat jumat pertama yang terjadi di kota Istanbul. Pada saat itu, pasukan Al Fatih sudah memasuki Istanbul, dan akan segera memasuki waktu sholat Jum’at , namun mereka tidak tahu siapa yang akan memimpin sholat Jum’at. Kemudian dengan gagahnya Sultan Muhammad Al Fatih berdiri dan meminta pasukannya berdiri,

Ia berseru kepada para pasukannya, “Wahai tentaraku, aku ingin bertanya kepadamu siapa di antaramu yang bisa dan berhak memimpin sholat Jum’at, izinkan saya bertanya kepadamu, siapa di antaramu yang sholat 5 waktu tidak pernah putus, berdiri!” Apa yang terjadi? Luar biasa, 250 ribu pasukan berdiri, tidak ada yang duduk. Itu artinya 250 ribu pasukan semuanya sholat 5 waktu.

Kemudian ia bertaya kembali, kalau begitu saya tanya lagi, “Siapa di antaramu yang tidak pernah meninggalkan sholat rawatib?” Yang lainnya duduk, yang tidak meninggalkan tetap berdiri, sebagian duduk, tetapi sebagian berdiri. Luar biasa! Lalu Sultan Muhammad Al Fatih bertanya lagi, “Kalau begitu saya ingin tanya kepada Anda wahai tentaraku, siapa di antaramu yang sholat malamnya tidak pernah putus?” Tetap berdiri, sisanya duduk. Seluruh pasukannya duduk. Yang berdiri hanyalah Sultan Muhammad Al Fatih.

Maka, pada akhirnya dialah yang menjadi imam sholat Jum’at yang pertama. Apa yang Anda lihat? Apa yang Anda dengar? Apa yang Anda rasakan? Inilah sholat yang sesungguhnya, sholat yang membangun karakter nyata, yang terbukti mampu meruntuhkan konstantinopel. Sholat yang benar-benar diisi dan dihayati, sholat yang benar-benar memiliki makna membangun karakter.

Mungkin Sahabat ESQ banyak yang masih bertanya-tanya, “Banyak kok orang yang sholat tetapi karakternya buruk.” Jawabannya sederhana, jika diibaratkan, apabila Sahabat ESQ diberikan secangkir teh, lalu Anda masukkan satu sendok teh gula, tapi rasanya tidak manis. Masukkan dua sendok, masih tidak manis. Tiga sendok, tidak manis. Lima sendok, tidak manis. Enam sendok, tidak manis. Sampai sepuluh sendok juga tidak manis. Maka kita perlu mulai bertanya yang dimasukkan itu sesungguhnya gula atau bukan. Paham?

Artinya mungkin Sahabat ESQ sudah sholat tetapi kita belum menghasilkan karakter, kita harus mulai mengevaluasi sesungguhnya kita sholat atau tidak. Inilah yang dikatakan, rugilah orang-orang yang sholat, tapi melalaikan sholatnya. Sholat bukan hanya sekadar menunaikan kewajiban tetapi membangun karakter yang unggul.

Setiap gerakan-gerakan yang dilakukan dari mulai berdiri, rukuk, dan sujud. Dari mulai kita tuma’ninah, diam sejenak sebelum gerakan berikut. Dari mulai mata yang melihat, telinga yang mendengar, dan hati yang khusuk, tidak lain adalah sebuah mekanisme, afirmasi, visualisasi, untuk membangun karakter manusia unggul. Inilah yang pernah terbukti ketika Sultan Muhammad Al Fatih membina pasukannya membangun karakter unggul.

Luar biasa makna dari kisah Al Fatih yang bisa kita contoh dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga:
Promo Diskon Training ESQ Quantum Excellence Batch.3
Seminar ESQ Bisnis “Taktik Kilat Jutawan Muda”
Percaya Gak? Training Public Speaking Bisa Ningkatin Kualitas Hidup

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s