THE KING’S SPEECH KISAH SI RAJA GAGAP

Sebagai seorang rakyat tentunya menginginkan sosok pemimpin yang mempunyai wibawa, pandai, dan paling tidak pintar berbicara. Namun coba bayangkan, bagaimana jadinya jika seorang pemimpin suatu negara tidak bisa berpidato di depan rakyatnya?

Inilah yang melatari kisah film Inggris, The King’s Speech. Di mana Raja Inggris George VI justru mempunyai kesulitan berbicara di depan umum.

Singkat cerita, Raja George VI selalu gagap saat berbicara padahal dirinya baru saja dilantik menjadi Raja dan harus menyampaikan pidato ke seluruh warga Inggris saat itu.

Setelah coba menemui banyak dokter dan terapis terbaik di Inggris namun tetap gagal, sang Raja frustasi. Ia menganggap bahwa dirinya bukanlah seseorang yang pantas memimpin negara besar seperti Inggris.

Namun dengan bantuan sang isteri, Elizabeth, yang sabar memberi dukungan, akhirnya Ia menemukan seorang therapis bernama Lionel Logue, yang bisa menyembuhkan penyakit gagap sang Raja.

Lionel menyuruh sang Raja membaca sebuah buku dengan sekencang-kencangnya sambil mendengarkan lagu Mozart ‘The Marriage of Figaro’ dengan keras hingga ia tidak bisa mendengar suaranya sendiri. Lionel pun merekamnya dengan sebuah piringan hitam.

Merasa tidak berhasil, sang raja pulang dengan putus asa dan harapan hampa.

Namun betapa kaget dirinya ketika mendengar rekaman piringan hitam tersebut bahwa ternyata dirinya tidak gagap sedikitpun saat membaca.

Akhirnya Raja kembali untuk melakukan terapi bersama Lionel dan hasil yang didambakan tercapai.

Raja mampu menyelesaikan pidatonya dengan baik, serta sukses menyentuh hati seluruh masyarakat Inggris. Bahkan jeda-jeda dalam setiap kalimat yang Raja sampaikan memiliki kekuatan tersendiri dibanding pidato Raja atau Presiden sebelumnya.

HIKMAH YANG BISA DIPETIK DARI FILM KING’S SPEECH

1. Pentingnya Pemimpin Untuk Bisa Tampil Di Depan Orang

Masalah yang dihadapi Raja George adalah berkomunikasi, padahal dirinya merupakan orang nomor satu di negeri Ratu Elizabeth. Di awal kisah, sang Raja tampil gugup di depan banyak orang dan membuat rakyatnya menjadi resah dan ragu oleh kepemimpinannya.

2. Buang Rasa Malu dan Minder

Sang terapis, Lionel menemukan petunjuk bahwa gangguaan berbicara yang dialami Raja bukan karena gangguan otak namun juga pengaruh lingkungan. Ketakutan dan malu menghantui Raja sehinga sulit untuk mengucapkan satu patah kata pun. Oleh karena itu buang rasa minder jika ingin terus melangkah maju.

3. Kerja Keras dan Pantang Menyerah

Raja hampir saja frustasi, sudah kelilling keseluruh penjuru Inggris untuk mengunjungi dokter namun kegagapannya belum juga bisa disembuhkan. Akan tetapi dengan keinginan kuat dan dorongan dari sang isteri, akhirnya Ia mampu tampil cemerlang di depan publik.

Bagaimana menurut Anda?

Yuk like, comment and share postingan ini

Baca Juga:

Retorika dan Teori Public Speaking

9 Tips Public Speaking, Supaya Maksimal Tampil di Depan Umum

5 LANGKAH BERIKUT WAJIB DI PERHATIKAN SAAT BERBICARA DI DEPAN UMUM

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s