Belajar Dari Kehidupan | Public Speaking Training Jakarta

Hidup sejatinya adalah perjuangan yang tak pernah selesai. Problematika hidup senantiasa menghampiri dengan bentuk yang bervariasi. Tak pernah berhenti, bahkan kadang memaksa kita terjerembab, tersingkir, dan kehilangan. Kerasnya kehidupan dan berbagai kondisi yang memprihatinkan ini pula yang mendorong seorang Muhammad SAW melarikan diri dalam dekapan perenungan panjang. Perenungan untuk menyingkap, kehendak apa yang sebenarnya ingin diungkapkan dari balik tabir kehidupan yang begitu membingungkan.
.
Akhirnya tabir itu pun tersibak dengan satu kata kunci, iqra. Kata yang menyuruh manusia selalu membaca, gerangan kehendak apa yang tersirat dalam setiap problematika kehidupan. Agar setiap insan senantiasa menyadari bahwa ada kehendak yang Mahatinggi, di balik seluruh fenomena yang terbentang di hadapan. Kata ini pulalah yang mengajarkan manusia untuk belajar, membaca, dan mamahami, ilmu apa yang sebenarnya ingin Allah berikan pada kita. Setelahnya, menyusul perintah Allah untuk segera bangun dan menyingkirkan selimut kemalasan yang membelenggu jiwa raga.

Ini adalah runtutan pembelajaran yang ingin Allah berikan kepada manusia. Pertama, manusia harus lebih sering iqra (membaca) makna kehidupan yang Allah sisipkan di seluruh penciptaanNya. Kemudian, belajar tak cukup hanya membaca, lalu menyimpan pengertian itu untuk diri sendiri saja. Belajar baru dikatakan berhasil manakala membuahkan karya nyata. Untuk menghasilkan sesuatu yang nyata itulah, dibutuhkan sebuah aktivitas yang mengharuskan seseorang beranjak, aktif, tak cuma diam. Belajar harus bergerak, dilakukan, untuk membuahkan karya yang berguna.

Inilah prisip belajar yang diajarkan oleh Allah, sejak awal kerasulan Muhammad SAW. Prinsip ini disampaikan tak hanya untuk seorang Muhammad SAW, tetapi untuk semua wakil Allah di muka semesta. Sebuah pola yang jaga harus diikuti oleh manusia-manusia sesudah Muhammad SAW, karena ilmu itu tidak akan pernah menjadi cahaya, bila ia tak membawa manfaat untuk orang lain.

Prinsip ini seharusnya selalu menyala dalam dada setiap insan. Karena hidupnya, sejatinya adalah sebuah perjuangan, menghadapi pertarungan demi pertarungan yang tak pernah usai hingga ajal menjelang. Bila pertarungan itu mampu dialihmaknakan menjadi sebuah proses pembelajaran, pastinya setiap problematika kehidupan akan menjadi kunci-kunci baru yang akan membuka sekian banyak pintu kemudahan dalam menjadi pemicu timbulnya inovasi untuk membuat sesuatu yang lebih baik, yang akan membawa kebaikan dan manfaat bagi semua orang.

Ya. Inilah hidup, inilah pembelajaran! Hanya orang-orang yang mengerti akan konsep pembelajaran inilah yang akan menjadi pionir-pionir di bidang masing-masing. Orang-orang yang selalu berfikir dengan hal baru, karena problematika hidup pun selalu berganti. Orang-orang yang senantiasa melakukan perbaikan. Melakukan “kaizen” guna meningkatkan kualitas hidup.

Karena, Allah memang tidak pernah membiarkan manusia diam. “Maka apabila engkau telah selesai (dari satu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan) yang lain.”Qs.Al-Insyirah ayat 7.

MAKA, BILA HIDUP ADALAH SEBUAH PERJUANGAN, MARILAH BELAJAR DI SETIAP TAHAPNYA, UNTUK MEMBUAT SEGALA SESUATU LEBIH BAIK.

(Sumber Tulisan : Buku SAPA karya Ary Ginanjar Agustian)

Promo Diskon Training ESQ Quantum Excellence Batch.3
Seminar ESQ Bisnis “Taktik Kilat Jutawan Muda”

5 Langkah Berikut Wajib Dilakukan Saat Public Speaking

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s